PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) menyampaikan business update terkait anak usahanya, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), yang mencatat laba bersih konsolidasian Rp182,28 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026 (9M-2026), naik 18,6 persen dibandingkan Rp153,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini terjadi di tengah total pendapatan yang justru turun tipis 0,3 persen yoy menjadi Rp2,91 triliun dari Rp2,92 triliun. Kinerja BCAP ini berbeda arah dengan BHIT sendiri sebagai induk usaha, yang sehari sebelumnya melaporkan laba bersih kuartal III anjlok 89 persen dengan arus kas operasi minus.

Pendapatan bunga dan dividen tetap jadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 54,9 persen atau Rp1,60 triliun, naik 2,1 persen yoy. Pendapatan jasa asuransi menyusul dengan kontribusi 31,7 persen atau Rp923,79 miliar, naik 10,7 persen yoy. Sebaliknya, pendapatan dari lini digital turun dari Rp284,43 miliar menjadi Rp205,94 miliar, dan pendapatan pasar modal turun dari Rp173,17 miliar menjadi Rp117,13 miliar. Laba sebelum pajak naik dari Rp154,36 miliar menjadi Rp191,85 miliar. Di sisi posisi keuangan, total aset BCAP turun dari Rp29,04 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp26,86 triliun, liabilitas turun dari Rp23,62 triliun menjadi Rp21,50 triliun, sementara ekuitas turun tipis dari Rp5,42 triliun menjadi Rp5,36 triliun.

Di segmen perbankan, MNC Bank mencatat pendapatan bunga Rp1,16 triliun dengan rasio kecukupan modal (KPMM) 20,68 persen, serta meluncurkan tiga kartu kredit baru bersama JCB International dan PT Kawasaki Motor Indonesia. Di asuransi, premi MNC Life naik 9,5 persen yoy dan premi bruto MNC Insurance naik 10 persen yoy. Lini pembiayaan, MNC Finance dan MNC Leasing, mencatat aset gabungan Rp2,31 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) terjaga di 2,49 persen dan pendapatan Rp305,84 miliar. Di pasar modal, MNC Sekuritas berada di peringkat ke-20 dari 90 perusahaan sekuritas berdasarkan volume transaksi, menambah jaringan menjadi 185 titik penjualan, dan meresmikan 23 Galeri Investasi BEI secara serentak pada kuartal III-2026 yang tercatat sebagai rekor MURI.