PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, ditandatangani Direktur Utama Hary Tanoesoedibjo dan Direktur Tien pada 30 Oktober 2026. Pendapatan bersih konsolidasian turun dari Rp11,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp9,41 triliun. Penurunan terbesar datang dari segmen media, dari Rp6,87 triliun menjadi Rp5,79 triliun, dan segmen pertambangan yang anjlok dari Rp825,4 miliar menjadi Rp553,2 miliar. Segmen lembaga keuangan justru naik tipis dari Rp2,87 triliun menjadi Rp2,90 triliun.
Di sisi laba, perusahaan mencatat laba sebelum pajak hanya Rp182 miliar, turun tajam dari Rp707,2 miliar pada September 2025. Laba bersih periode berjalan turun dari Rp695,1 miliar menjadi Rp240,1 miliar. Dari jumlah itu, bagian yang menjadi hak pemegang saham pengendali BHIT sendiri (bukan pemegang saham di anak usaha) hanya Rp24,7 miliar, turun 89 persen dari Rp223,3 miliar tahun lalu, sehingga laba per saham merosot dari Rp2,67 menjadi Rp0,30.
Pada sisi posisi keuangan, total aset turun dari Rp73,73 triliun menjadi Rp68,42 triliun, sejalan dengan kas dan setara kas yang menyusut dari Rp3,81 triliun menjadi Rp1,62 triliun. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik menjadi minus Rp1,38 triliun, dari sebelumnya surplus Rp2,11 triliun, akibat kenaikan beban dan penurunan simpanan nasabah di unit lembaga keuangan. Total ekuitas perusahaan turun dari Rp40,41 triliun menjadi Rp38,81 triliun. Dokumen juga mencantumkan dua anak usaha utama, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (MKAP) dengan kepemilikan 50,48 persen dan aset Rp26,86 triliun, serta PT MNC Global Mediacom Tbk (MCOM) dengan kepemilikan 45,75 persen dan aset Rp34,61 triliun.
