Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memastikan bank sentral dan pemerintah memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan dana tunai di perbankan serta stabilitas sistem keuangan nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Destry, sinergi dilakukan lewat perpaduan kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Koordinasi ini mencakup langkah-langkah intervensi likuiditas di sektor keuangan, dengan tujuan utama mencegah kembali terjadinya kekeringan dana tunai yang bisa mengganggu operasional bank.

Salah satu bentuk konkretnya adalah jadwal bersama, atau time table, mengenai kapan Kementerian Keuangan menempatkan dan menarik dana pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). "Misalnya dalam hal koordinasi soal kapan Kementerian Keuangan akan menempatkan dana di bank-bank Himbara, dan kapan akan ditariknya, itu sudah ada time table-nya," kata Destry.

Destry menyebut kondisi likuiditas sistem keuangan sebagai pekerjaan rumah bersama antara otoritas moneter dan fiskal. BI, kata dia, menyambut baik berbagai upaya yang telah dilakukan Purbaya dalam menjaga kondisi sistem keuangan.