Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan bahwa momentum Piala Dunia 2026 dimanfaatkan jaringan judi online untuk mendongkrak taruhan sepak bola. Sepanjang pertengahan Juni hingga Juli 2026, lembaga itu mengidentifikasi deposit judi bertema Piala Dunia senilai Rp1,02 triliun yang tersebar dalam lebih dari 6 juta transaksi. Sebagai respons, PPATK menghentikan sementara transaksi pada 2.815 rekening dengan total saldo Rp325,43 miliar. Temuan ini menunjukkan betapa cepat jaringan judi online menempel pada isu yang sedang ramai dibicarakan publik, termasuk ajang olahraga besar.
Data itu merupakan bagian dari catatan PPATK atas transaksi judi online sepanjang Semester I 2026. Pada periode Januari hingga Juni 2026, total perputaran dana judi online tercatat Rp86,82 triliun dari 467,32 juta transaksi, sementara nilai deposit mencapai Rp22,05 triliun dari 226,76 juta transaksi yang melalui rekening bank, dompet elektronik, dan QRIS.
Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, total perputaran dana judi online justru turun 12,9 persen, dari Rp99,68 triliun menjadi Rp86,82 triliun. Namun jumlah transaksinya melonjak 167,2 persen, dari 174,90 juta menjadi 467,32 juta. Pola serupa terlihat pada deposit, nilainya naik 26 persen menjadi Rp22,05 triliun, sementara frekuensinya melonjak hampir 140 persen menjadi 226,76 juta transaksi. Artinya, uang taruhan kini lebih sering dipindahkan dalam nominal yang lebih kecil dan lebih sering, sebuah pola yang menurut PPATK juga dipengaruhi oleh kemampuan deteksi transaksi mencurigakan yang membaik.
QRIS menjadi saluran deposit paling dominan dengan nilai Rp12,36 triliun atau 56,04 persen dari total nominal deposit sepanjang Semester I 2026, dari 198,77 juta transaksi yang setara 87,66 persen dari seluruh transaksi deposit. Sisanya, Rp9,69 triliun, mengalir lewat rekening bank dan dompet elektronik dalam 27,99 juta transaksi. PPATK menegaskan persoalannya bukan pada QRIS sebagai alat pembayaran, melainkan pada penyalahgunaan identitas merchant dan tujuan transaksi oleh jaringan judi online.
