Bank Indonesia memfasilitasi penandatanganan kesepakatan pembiayaan antara delapan bank, yaitu BRI, BCA, BSI, Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI, dengan UMKM mitra masing-masing, dalam acara Gebyar Pembiayaan di sela pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center, Jumat (21/8). Delapan kesepakatan itu terdiri dari empat pembiayaan inklusif untuk usaha mikro dan kecil, serta empat pembiayaan berkelanjutan yang mensyaratkan aspek lingkungan atau sosial. Penandatanganan disaksikan Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Menurut BI, total nilai fasilitasi pertemuan bisnis (business matching) antara UMKM dan lembaga keuangan yang mereka jalankan sepanjang tahun berjalan sampai Juli 2026 mencapai Rp285 miliar, terdiri dari Rp150 miliar pembiayaan inklusif dan Rp135 miliar pembiayaan berkelanjutan. Angka itu baru mencatat komitmen fasilitasi, bukan dana yang sudah cair seluruhnya ke UMKM, dan menurut BI jumlahnya masih akan bertambah seiring realisasi hingga akhir tahun. Di jalur terpisah, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) milik pemerintah tercatat sudah menyalurkan Rp197 triliun kepada 3,05 juta pelaku UMKM per 20 Agustus 2026, dengan 65 persen di antaranya mengalir ke sektor produksi seperti pertanian dan manufaktur.
BI menyebut dua instrumen yang dipakai untuk mendorong bank lebih banyak membiayai UMKM. Insentif Likuiditas Makroprudensial memberi keringanan likuiditas kepada bank yang menyalurkan kredit ke UMKM, sementara Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial mewajibkan bank memperbesar porsi pembiayaan ke segmen ini. Dari sisi UMKM, BI juga mendorong pemakaian QRIS untuk transaksi harian karena riwayat transaksi digital itu bisa dipakai bank untuk menilai kelayakan kredit usaha yang selama ini sulit diukur karena tidak punya laporan keuangan formal.
Untuk memperkuat kesiapan itu, BI mengoperasikan dua aplikasi pendukung, yaitu SIAPIK yang membantu UMKM membuat catatan transaksi dan laporan keuangan sederhana, telah dipakai 63.396 UMKM sepanjang semester I 2026, dan BISAID yang menghimpun data profil UMKM layak biaya sebagai rujukan bank, yang pada 2025 membantu 476 UMKM memperoleh pembiayaan. Acara ini juga diisi talkshow bersama perwakilan BCA, BRI, BSI, BNI, dan PNM yang menjelaskan skema pembiayaan masing-masing kepada pelaku UMKM yang hadir.
