PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menyampaikan keterbukaan informasi bahwa anak usahanya, PT Karya Bersinar Indonesia (KBI), memperoleh kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 2 x 100 megawatt dari PLN Indonesia Power. Nilai kontrak tersebut mencapai Rp3,8 triliun. Kejadian ini tercatat pada 30 Oktober 2026 dan dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2026 melalui surat bernomor 2026/285/X/BIKE/MK yang ditandatangani Direktur I BIKE, Muhamad Kuswandi.

Dalam surat kepada BEI, manajemen BIKE menyebut pembangkit baru itu ditujukan untuk menambah kapasitas pasokan listrik serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, dengan penekanan pada dukungan terhadap daya saing Bali sebagai destinasi wisata internasional. Perseroan menyatakan proyek ini berpotensi memberi tambahan pendapatan usaha yang direalisasikan secara bertahap sesuai progres pekerjaan, sekaligus memperkuat portofolio bisnis BIKE di sektor energi dan infrastruktur ketenagalistrikan.

BIKE sendiri tercatat di BEI dengan bidang usaha utama perdagangan besar alat olahraga serta alat transportasi darat selain mobil dan sepeda motor, sebelum merambah sektor energi melalui sejumlah akuisisi anak usaha. Pengumuman kontrak ini muncul kurang dari sepekan setelah perusahaan mengoreksi laporan keterbukaan soal akuisisi PT PNE yang ternyata terafiliasi dengan direksinya sendiri, serta mengungkap dana akuisisi Rp1 triliun yang belum cair sepenuhnya.