PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) merespons surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia bernomor S-11175/BEI.PP3/09-2026 terkait volatilitas transaksi sahamnya. Dalam surat balasan yang diteken Direktur Winston Mulyadi pada 3 September 2026, BIKE menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga sahamnya, dan tidak mengetahui adanya aktivitas khusus dari pemegang saham tertentu. Perseroan juga menyebut bahwa pemegang saham utamanya berencana tidak menjual kepemilikan sahamnya di BIKE selama 10 tahun ke depan.

Meski begitu, BIKE mengungkapkan sejumlah rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham dengan agenda perubahan kedudukan dan alamat kantor, penyesuaian jumlah pemegang saham berdasarkan data per 31 Agustus 2026, penambahan bidang usaha baru, serta persetujuan transaksi afiliasi berupa penambahan modal senilai Rp1 triliun dari PT Penajam Makmur Jaya.

Selain itu, BIKE berencana mengakuisisi dua perusahaan sebagai anak usaha baru. Yang pertama adalah PT Karya Bersinar Indonesia yang disebut telah mengantongi kontrak senilai Rp3,8 triliun, dan yang kedua PT Fahreza Duta Perkasa yang disebut telah mendapatkan izin sedimentasi pasir laut senilai Rp23 triliun. Surat BIKE tidak mencantumkan tanggal pelaksanaan RUPS maupun rincian lebih lanjut soal dua rencana akuisisi tersebut.