PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menyampaikan tanggapan atas permintaan penjelasan lanjutan dari Bursa Efek Indonesia melalui surat nomor S-10363/BEI.PP2/08-2026 tanggal 5 Agustus 2026. Ini merupakan rangkaian permintaan penjelasan berulang dari Bursa kepada BKDP sejak Maret 2026, terkait laporan keuangan dan operasional Perseroan. Tanggapan disampaikan Corporate Secretary Brasada Chandra pada 21 Agustus 2026, sesuai tenggat dua hari bursa yang diberikan Bursa.

Soal kelangsungan usaha, Perseroan menjelaskan tiga anak usaha, yaitu Multi Unggul Sejahtera Utama (MUSU), Sentra Multi Unggul (SMU), dan Mitra Multi Unggul (MMU), sedang dalam proses pembubaran berdasarkan akta notaris 8 Desember 2025 yang sudah diterima Kementerian Hukum pada 16 Desember 2025. Perseroan masih menunggu Surat Keputusan penutupan resmi dan memperkirakan proses itu memakan waktu tiga sampai empat bulan berdasarkan pengalaman sebelumnya, tanpa kepastian tanggal. Untuk proyek hotel Hyatt Centric West Surabaya yang ditargetkan mulai beroperasi Juni 2028, sumber pendanaan masih dibahas antara pinjaman perbankan atau dana internal Perseroan, dengan kebutuhan dana sekitar Rp222 miliar dan belum ada keputusan final. Perseroan menyebut akan menyesuaikan penggunaan dan jadwal dana proyek apabila pendanaan tidak terealisasi sesuai rencana.

Di sisi piutang, Perseroan mengonfirmasi masih ada piutang usaha berumur lebih dari 90 hari senilai Rp836.459.106, termasuk dari penyewa Food Channel dan The Duck King yang sudah tidak beroperasi alias tutup, dan belum ada kepastian jadwal pembayaran dari keduanya. Di sisi kewajiban, utang usaha berumur lebih dari 90 hari tercatat Rp4.101.838.855, yang menurut Perseroan sedang diselesaikan bertahap tergantung kelengkapan dokumen dari masing-masing vendor, seperti uji commissioning dan berita acara serah terima, serta kondisi arus kas Perseroan.

Untuk target 2026, Perseroan mematok tingkat hunian (occupancy) mal sebesar 75,77 persen, target penjualan unit apartemen dan perkantoran Rp18,75 miliar, serta pertumbuhan recurring income atau pendapatan berulang sebesar 55 persen dibanding tahun sebelumnya. Penilaian aset terakhir dilakukan 29 Desember 2023 dan manajemen menyimpulkan belum ada perubahan material, tanpa jadwal pasti untuk penilaian ulang berikutnya. Perseroan menyatakan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan ke publik.