Direksi PT Sentul City Tbk (BKSL) melaporkan perubahan kepemilikan saham lewat akun kustodian Samuel Sekuritas Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 2 Oktober 2026. Dalam laporan itu, jumlah saham yang dipegang turun dari 9.372.209.400 lembar menjadi 8.688.323.600 lembar, berkurang 683.885.800 lembar. Penjualan dilakukan pada harga Rp72 per saham dengan tujuan yang disebutkan sebagai pencairan perjanjian repurchase agreement atau repo, sehingga hak suara direksi tersebut di BKSL turun dari 5,59 persen menjadi 5,18 persen.

Jumlah saham yang dilepas setara 7,30 persen dari total kepemilikan pelapor sebelum transaksi, porsi yang cukup besar untuk dibaca sebagai perubahan posisi, bukan sekadar penyesuaian kecil. Transaksi ini melanjutkan rangkaian aktivitas serupa yang tercatat sejak akhir September: pada 28 September, direksi yang sama melepas saham hingga hak suaranya turun ke 5,00 persen, kemudian pada 29 September menambah kembali 988.140.000-an lembar saham lewat skema repo yang sama. Dengan transaksi terbaru ini, hak suara direksi kembali turun setelah sempat naik, menunjukkan posisi sahamnya terus bergerak mengikuti siklus pembiayaan berbasis saham tersebut.