Seorang direksi Sentul City Tbk (BKSL) yang tercatat melalui rekening Samuel Sekuritas Indonesia melaporkan perubahan kepemilikan sahamnya ke Otoritas Jasa Keuangan pada 28 September 2026. Jumlah saham yang dimiliki berkurang dari 8.737.846.400 lembar menjadi 8.384.068.400 lembar, atau turun 353.778.000 lembar, setara 4,05 persen dari kepemilikannya sebelumnya. Akibatnya, hak suara direksi ini di perusahaan turun dari 5,21 persen menjadi 5,00 persen.

Perubahan ini berasal dari tiga transaksi berbeda yang semuanya tercatat pada tanggal yang sama. Direksi menjual 932.674.600 saham seharga Rp68 per lembar untuk pencairan repo, menjual lagi 408.282.800 saham seharga Rp72 per lembar untuk keperluan substitusi, lalu membeli kembali 987.179.400 saham seharga Rp65 per lembar untuk penempatan repo baru. Repo di sini adalah transaksi jual saham dengan janji dibeli kembali di kemudian hari, cara yang lazim dipakai pemegang saham untuk memperoleh dana tunai tanpa melepas kepemilikan secara permanen.

Laporan ini menyusul laporan serupa pada 23 September 2026 yang mencatat pengurangan kepemilikan direksi lewat skema repo hingga 2,7 miliar lembar saham. Dengan laporan terbaru ini, hak suara direksi tersebut kini persis berada di angka 5,00 persen.