Samuel Sekuritas Indonesia, yang tercatat menjabat sebagai anggota Direksi Sentul City Tbk (BKSL), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa kepemilikan sahamnya di perseroan berkurang 281.290.300 lembar saham biasa. Transaksi berupa penjualan langsung ini dilakukan pada 21 September 2026 dengan harga Rp64 per saham, dan tujuannya dicatat sebagai pencairan repo, yakni pelunasan atas saham yang sebelumnya dijadikan jaminan dalam perjanjian repurchase agreement.

Dengan transaksi ini, jumlah saham yang dipegang berkurang dari 11.766.798.600 unit menjadi 11.485.508.300 unit. Akibatnya, hak suara pelapor di BKSL turun dari 7,02 persen menjadi 6,85 persen. Jumlah saham yang dilepas setara sekitar 2,39 persen dari total kepemilikan pelapor sebelum transaksi.

Laporan ini menyusul keterbukaan serupa pada 15 September 2026, saat kepemilikan saham pelapor yang sama justru bertambah 2,87 miliar lembar melalui mekanisme substitusi jaminan dalam perjanjian repo. Kedua laporan menunjukkan bahwa posisi saham Samuel Sekuritas Indonesia di BKSL masih aktif bergerak lewat skema jaminan repo dalam rentang waktu yang berdekatan.