PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) mengoreksi surat laporan realisasi dana IPO yang terbit sehari sebelumnya. Dalam surat bernomor 46/SK/CLI/TTP/X/2026 yang ditandatangani Direktur/Corporate Secretary Wanny Wijaya, perseroan melaporkan bahwa dari total dana IPO Rp140,81 miliar, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp2,58 miliar, dana bersih yang diterima Rp138,23 miliar. Per 30 Juni 2026, seluruh dana itu sudah terpakai dan sisa dananya nol.

Rincian pemakaiannya terbagi dua. Sebesar Rp92,61 miliar atau 67 persen disetorkan sebagai penambahan modal ke entitas anak, PT Simpan Sini Aja, untuk membangun gudang pendingin di Kabupaten Tangerang, Pontianak, dan Makassar. Penyetoran modal ini sudah tuntas 100 persen sejak 5 Agustus 2025 lewat akta notaris Bastian Harijanto, namun realisasi pembangunan gudangnya sendiri oleh entitas anak baru mencapai Rp50,84 miliar dari Rp92,61 miliar pada akhir Desember 2025, dengan sisa Rp41,77 miliar baru dirampungkan hingga Juni 2026. Sisanya, Rp45,62 miliar atau 33 persen, dipakai untuk membeli unit truk ringan (light truck) berkaroseri tipe dingin (cold) dan kering (dry).

Dokumen ini juga merinci komponen biaya penawaran umum yang total Rp2,58 miliar, antara lain biaya penjaminan emisi Rp1,2 miliar, biaya penyelenggaraan Rp149,96 juta, biaya penjualan Rp149,96 juta, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp340 juta, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp50 juta, biaya konsultasi keuangan Rp342,34 juta, dan biaya lain-lain Rp349,29 juta.