PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) menyampaikan laporan hasil Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Acara berlangsung Selasa, 8 September 2026 pukul 11.00 sampai 11.55 WIB secara daring, dihadiri 77 peserta di luar jajaran manajemen dan karyawan perseroan, terdiri dari investor, wartawan, dan masyarakat umum. Manajemen yang hadir adalah Maickel Tilon selaku Direktur Utama, didampingi Gerry Ardian dan Antonia Indrawati Prasetyo Widodo sebagai perwakilan manajemen. Agenda mencakup pemutaran video perusahaan, presentasi kinerja semester I 2026, dan sesi tanya jawab.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen mengungkapkan perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex sekitar Rp500 miliar untuk tahun 2026, namun realisasinya hingga Agustus 2026 baru mencapai sekitar Rp200 miliar. Manajemen bahkan memperkirakan realisasi capex sampai akhir tahun tidak akan mencapai target awal karena pembangunan gudang mengalami keterlambatan dibanding rencana semula. Dana tersebut dipakai untuk membeli unit truk guna memperkuat armada dan membangun gudang baru untuk memperluas kapasitas logistik, dengan salah satu fokus ekspansi ke wilayah Indonesia Timur untuk layanan logistik berpendingin atau cold chain. Perseroan juga menyebut dana hasil IPO sudah terealisasi seluruhnya sesuai peruntukannya, tetapi rasio utang terhadap modal atau DER masih di bawah 1 sehingga masih ada ruang mencari pendanaan tambahan dari perbankan untuk mendukung capex ke depan.
Soal target kinerja, manajemen menargetkan pertumbuhan laba bersih di atas 10 persen dibanding 2025 dengan margin laba bersih tetap di level dua digit, ditopang ekspansi jaringan operasional, efisiensi lewat teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia lewat pembangunan Training Center di Tangerang. Terkait dividen, perseroan menyebut secara historis selalu membagikan dividen kepada pemegang saham, dengan tahun 2026 ini membagikan dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Namun keputusan pembagian dividen untuk tahun buku 2026 belum ditetapkan dan akan mempertimbangkan kinerja keuangan hingga akhir tahun. Manajemen juga menegaskan belum ada rencana rights issue, dan kenaikan harga BBM maupun upah minimum akan disikapi lewat negosiasi tarif dengan pelanggan kontrak jangka panjang serta efisiensi biaya internal.
