PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk sembilan bulan pertama 2026 yang berakhir 30 September 2026, tidak diaudit, kepada Bursa Efek Indonesia pada 26 Oktober 2026. Pendapatan bersih perusahaan logistik dan pergudangan ini naik menjadi Rp1,13 triliun dari Rp954,52 miliar pada periode yang sama tahun lalu, setara kenaikan 18,5 persen. Laba bersih ikut naik dari Rp108,99 miliar menjadi Rp120,87 miliar, didorong kenaikan laba bruto dari Rp191,61 miliar menjadi Rp215,46 miliar.
Di sisi arus kas, kas bersih dari aktivitas operasi naik dari Rp151,13 miliar menjadi Rp174,87 miliar, namun kas dan setara kas akhir periode justru turun tajam dari Rp150,19 miliar menjadi Rp91,27 miliar. Penyusutan ini terjadi karena perusahaan membelanjakan Rp234,6 miliar untuk penambahan aset tetap, termasuk perluasan fasilitas logistik, dan membayar dividen tunai Rp70,97 miliar, jauh lebih besar dari dividen tahun sebelumnya yang Rp49,99 miliar. Untuk membiayai belanja itu, Perseroan menambah utang bank jangka panjang dari Rp153,9 miliar menjadi Rp233,3 miliar, sehingga total liabilitas naik 20,54 persen dari Rp410,96 miliar menjadi Rp495,41 miliar. Kenaikan di atas 20 persen itulah yang mewajibkan Direktur Utama Maickel Tilon mengirim surat penjelasan terpisah kepada OJK dan BEI, sesuai aturan Bursa yang mewajibkan penjelasan setiap kali pos liabilitas berubah lebih dari seperlima dibanding laporan tahunan sebelumnya.
Total ekuitas Perseroan naik dari Rp620,63 miliar menjadi Rp670,53 miliar, sementara total aset bertambah dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,17 triliun. Namun laba bersih per saham justru turun dari Rp48 menjadi Rp36, karena jumlah saham beredar bertambah banyak dibanding posisi September tahun lalu setelah ada penambahan modal dasar sepanjang 2025. Bisnis logistik Perseroan dijalankan antara lain lewat anak usaha PT Simpan Sini Aja, yang bergerak di angkutan barang, pergudangan, dan cold storage di Tangerang dengan aset senilai Rp356,37 miliar dan kepemilikan Perseroan mencapai 99,99 persen.
