PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) mengoreksi laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya disampaikan pada 15 Juli 2026. Laporan ini terkait Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (rights issue bersimbol BNBA-R) yang efektif sejak 21 November 2022. Dana yang terkumpul dari aksi korporasi tersebut sebesar Rp828,52 miliar, dengan biaya penawaran umum Rp5,11 miliar, sehingga hasil bersihnya Rp823,4 miliar, dilaporkan per posisi 30 Juni 2026.
Menurut rencana di prospektus, 80 persen dana atau Rp658,73 miliar dialokasikan untuk penyaluran kredit, masing-masing 10 persen atau Rp82,34 miliar untuk infrastruktur TI dan sumber daya manusia, serta untuk ekspansi usaha. Sampai akhir Juni 2026, porsi penyaluran kredit sudah terealisasi penuh sesuai rencana. Namun realisasi dana untuk infrastruktur TI dan SDM baru mencapai Rp46,64 miliar, setara 5,66 persen dari total dana, jauh di bawah rencana 10 persen. Dana untuk ekspansi usaha bahkan belum terealisasi sama sekali, tercatat Rp0 dari rencana Rp82,34 miliar. Secara keseluruhan, realisasi dana baru mencapai Rp705,36 miliar atau 85,66 persen, menyisakan Rp118,04 miliar atau 14,34 persen yang belum digunakan.
Sisa dana tersebut ditempatkan di rekening giro PT Bank Oke Indonesia Tbk dengan bunga 5 persen per tahun, dan disebutkan sebagai pihak yang tidak terafiliasi dengan BNBA. Total biaya penawaran umum Rp5,11 miliar terdiri dari biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp3,57 miliar (69,85 persen), biaya jasa konsultasi keuangan Rp832,5 juta (16,28 persen), biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp111,01 juta (2,17 persen), dan biaya lain-lain Rp598,41 juta (11,7 persen). Laporan ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary BNBA, Lyvinia Sari, pada 23 September 2026.
