Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Kamis, 10 September 2026, di Pullman Jakarta Indonesia, dihadiri pemegang saham yang mewakili 3.116.501.370 saham atau 91,99 persen dari total 3.388.000.000 saham beredar perseroan. Rapat menyetujui pengunduran diri Daniel Budi Dharma dari jabatan Wakil Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen dan Mohammad Sjariffudin dari jabatan Komisaris merangkap Komisaris Independen, dengan 87,85 persen suara setuju dan 12,15 persen abstain, tanpa suara menolak. Sebagai pengganti, rapat mengangkat Markus Sugiono dan Setiawati Samahita sebagai Komisaris Independen baru, masing masing disetujui 51,42 persen suara sementara sekitar 36,4 persen menolak dan sisanya abstain. Pengangkatan keduanya baru efektif tujuh hari kerja setelah mendapat persetujuan uji kelayakan dari Otoritas Jasa Keuangan, untuk masa jabatan satu tahun.

Rapat juga menyetujui I Gst Agung Rai Wirajaya sebagai Wakil Presiden Komisaris merangkap Komisaris Non Independen, dengan 87,85 persen suara setuju. Begitu seluruh pengangkatan efektif, susunan Dewan Komisaris Bank Bumi Arta menjadi T. Hendra Jonathan sebagai Presiden Komisaris, I Gst Agung Rai Wirajaya sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta Markus Sugiono dan Setiawati Samahita sebagai Komisaris Independen. Karena kursi Komisaris Independen sudah terisi lewat tiga agenda sebelumnya, agenda keempat yang mengusulkan Abi Kistono untuk kursi yang sama tidak jadi dibahas.

Yang menarik, permohonan pengunduran diri Presiden Direktur Wikan Aryono S justru ditolak rapat. Hanya 36,45 persen suara yang setuju melepas Wikan, sementara 51,36 persen menolak permohonan mundurnya, sehingga ia tetap menjabat Presiden Direktur. Sebagai konsekuensinya, agenda ketujuh yang mengusulkan Alex Susanto sebagai Presiden Direktur baru tidak jadi dibahas karena jabatan tersebut tetap terisi.