BNBA Ganti Komisaris Independen, Tolak Mundur Presiden Direktur
RUPSLB Bank Bumi Arta menyetujui pergantian dua komisaris independen, tapi menolak permohonan mundur Presiden Direktur Wikan Aryono S sehingga jabatannya tetap terisi.
14 September 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Kamis, 10 September 2026, di Pullman Jakarta Indonesia, dihadiri pemegang saham yang mewakili 3.116.501.370 saham atau 91,99 persen dari total 3.388.000.000 saham beredar perseroan. Rapat menyetujui pengunduran diri Daniel Budi Dharma dari jabatan Wakil Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen dan Mohammad Sjariffudin dari jabatan Komisaris merangkap Komisaris Independen, dengan 87,85 persen suara setuju dan 12,15 persen abstain, tanpa suara menolak. Sebagai pengganti, rapat mengangkat Markus Sugiono dan Setiawati Samahita sebagai Komisaris Independen baru, masing masing disetujui 51,42 persen suara sementara sekitar 36,4 persen menolak dan sisanya abstain. Pengangkatan keduanya baru efektif tujuh hari kerja setelah mendapat persetujuan uji kelayakan dari Otoritas Jasa Keuangan, untuk masa jabatan satu tahun.
Rapat juga menyetujui I Gst Agung Rai Wirajaya sebagai Wakil Presiden Komisaris merangkap Komisaris Non Independen, dengan 87,85 persen suara setuju. Begitu seluruh pengangkatan efektif, susunan Dewan Komisaris Bank Bumi Arta menjadi T. Hendra Jonathan sebagai Presiden Komisaris, I Gst Agung Rai Wirajaya sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta Markus Sugiono dan Setiawati Samahita sebagai Komisaris Independen. Karena kursi Komisaris Independen sudah terisi lewat tiga agenda sebelumnya, agenda keempat yang mengusulkan Abi Kistono untuk kursi yang sama tidak jadi dibahas.
Yang menarik, permohonan pengunduran diri Presiden Direktur Wikan Aryono S justru ditolak rapat. Hanya 36,45 persen suara yang setuju melepas Wikan, sementara 51,36 persen menolak permohonan mundurnya, sehingga ia tetap menjabat Presiden Direktur. Sebagai konsekuensinya, agenda ketujuh yang mengusulkan Alex Susanto sebagai Presiden Direktur baru tidak jadi dibahas karena jabatan tersebut tetap terisi.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal BNBA? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.