PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Surat Pernyataan Direksi ditandatangani Direktur Utama Freddy Tedjasasmita dan Direktur Widodo Nurly Sumady pada 3 November 2026. Sama seperti periode yang sama tahun lalu, perusahaan tidak mencatat penjualan bersih sama sekali selama enam bulan tersebut, sehingga laba kotor pun nihil.
Rugi bersih periode berjalan tercatat Rp6,13 miliar, menyusut dari Rp7,56 miliar pada semester I 2025. Namun penyusutan rugi ini tidak membuat defisiensi modal, alias ekuitas negatif perusahaan, ikut mengecil. Defisiensi modal justru melebar menjadi Rp265,81 miliar per 30 Juni 2026, dari Rp260,16 miliar per akhir Desember 2025, selisih sekitar Rp5,65 miliar. Total aset turun menjadi Rp553,50 miliar dari Rp559,16 miliar, sementara total liabilitas relatif stagnan di Rp819,31 miliar. Rugi per saham dasar tercatat Rp4,38, membaik dari Rp5,40 pada semester I 2025.
Dari sisi kas, arus kas operasi yang terpakai mengecil tajam menjadi Rp9,83 miliar dari Rp91,93 miliar pada semester I 2025, terutama karena perusahaan tidak lagi membayar dalam jumlah besar ke pemasok. Kekurangan kas itu ditutup dari aktivitas pendanaan sebesar Rp8,07 miliar, sebagian besar berupa penerimaan utang pihak ketiga Rp7,89 miliar. Saldo kas akhir periode hanya Rp731,62 juta. Perseroan, yang sahamnya berada di papan Pemantauan Khusus (Watchlist) bursa, memiliki lima entitas anak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, dua di antaranya masih berstatus pra-operasi sejak 2023.
