Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis komoditas perkebunan untuk memperkuat daya saing produk dan memperluas akses pasar. Dorongan ini disampaikan lewat Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah episode ketiga bertema membangun merek dan menembus pasar digital, sebuah tema yang relevan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini masih mengandalkan penjualan konvensional.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, mengatakan lembaganya menyediakan Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia sebagai tempat promosi sekaligus ruang belajar bagi pelaku usaha berbasis sawit, kelapa, dan kakao. Fasilitas ini dipakai untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain menyasar pelaku usaha, BPDP juga melibatkan mahasiswa dari sejumlah kampus untuk mengenal potensi komoditas perkebunan, termasuk kelapa sawit, dan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Helmi menyebut harapannya agar lahir lebih banyak wirausaha muda seperti dua nama yang ia sebut, Shadli dan Alma, yang mampu berinovasi dan memperluas pasar produk perkebunan Indonesia.

Pembahasan dalam podcast tersebut turut dikaitkan dengan rencana The Plantationpreneurs Festival 2026. BPDP menyebut program pendampingan ini berbeda dari Inkubasi Bisnis UMKM Sawit yang pernah dijalankan bersama Universitas Andalas pada 2021.