PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Penjualan tercatat Rp80,20 miliar, turun dari Rp83,71 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban pokok penjualan justru naik dari Rp67,35 miliar menjadi Rp73,43 miliar, sehingga laba bruto ambruk dari Rp16,36 miliar menjadi Rp6,77 miliar. Laba usaha hanya turun tipis dari Rp2,98 miliar menjadi Rp2,49 miliar karena tertolong oleh penghasilan usaha lain-lain yang melonjak dari Rp1,08 miliar menjadi Rp7,04 miliar. Pada akhirnya laba bersih periode berjalan turun dari Rp1,10 miliar menjadi Rp464,6 juta, dan laba per saham dasar turun dari Rp1,14 menjadi Rp0,47.

Posisi kas perusahaan menyusut tajam. Kas dan setara kas di akhir September 2026 hanya tersisa Rp70,54 juta, turun dari Rp7,90 miliar pada akhir Desember 2025, atau berkurang Rp7,83 miliar sepanjang sembilan bulan. Arus kas dari aktivitas operasi masih negatif Rp3,98 miliar, meski defisitnya mengecil dibanding negatif Rp39,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan mengeluarkan Rp17,13 miliar untuk membeli aset tetap, namun menerima Rp12,95 miliar dari penjualan aset tetap, sehingga arus kas investasi tercatat negatif Rp7,62 miliar. Dari aktivitas pendanaan, perusahaan memperoleh Rp4,84 miliar dari konversi waran dan Rp3,88 miliar dari transaksi pembiayaan sale and leaseback, dikurangi pembayaran utang pembiayaan konsumen Rp4,45 miliar serta pembayaran utang bank dan sewa lainnya.

Dari sisi permodalan, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh bertambah dari 971.536.826 lembar menjadi 994.603.036 lembar, atau tambahan 23.066.210 lembar saham baru hasil konversi waran, yang menambah ekuitas Rp4,84 miliar. Penambahan modal ini tercatat dalam akta notaris tertanggal 19 September 2026 yang telah diterima dan dicatat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Total ekuitas perusahaan naik dari Rp79,73 miliar menjadi Rp85,04 miliar, sementara total liabilitas justru turun dari Rp43,76 miliar menjadi Rp41,68 miliar.