PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menyerahkan materi public expose insidental kepada Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026, menyusul surat rencana pelaksanaan yang dikirim dua hari sebelumnya. Dokumen ditandatangani oleh Santoso Pribadi, Kadiv Accounting & Reporting BSWD, dan memuat paparan kinerja keuangan posisi Agustus 2026, rencana usaha, serta status pemenuhan ketentuan free float saham.

Dari sisi keuangan, BSWD membukukan laba bersih Rp70,9 miliar per Agustus 2026, melonjak 75 persen dibanding Rp40,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama didorong oleh penurunan tajam biaya pencadangan kredit bermasalah menjadi Rp19,6 miliar dari Rp81,4 miliar, sehingga laba operasional naik 74,5 persen menjadi Rp90,7 miliar. Total kredit tumbuh 13,6 persen sejak awal tahun menjadi Rp4.757 miliar, sementara rasio kredit bermasalah kotor turun menjadi 4,97 persen dari 5,58 persen akhir 2025. Di sisi lain, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) naik menjadi 144,15 persen dari 115,79 persen, dan rasio kecukupan modal (CAR) turun menjadi 82,86 persen dari 87,79 persen, meski keduanya masih jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.

Perseroan juga mengungkapkan kapitalisasi pasarnya tercatat Rp4,98 triliun per 31 Maret 2026, sehingga tenggat pemenuhan ketentuan free float jatuh pada 31 Maret 2029. BSWD menyatakan sedang melakukan kajian komprehensif dan studi kelayakan untuk menentukan opsi terbaik demi kepentingan seluruh pemegang saham, termasuk perlindungan bagi pemegang saham minoritas. Perseroan juga tengah mengkaji inisiatif strategis terkait konsolidasi perbankan, namun menegaskan belum ada rencana aksi korporasi definitif dalam waktu dekat dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan ke publik.