PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menggelar public expose insidental pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 14.00 sampai 14.45 WIB secara daring melalui Zoom. Direksi yang hadir adalah Direktur Utama K S B Chandramouli, Direktur Operasional Carolina Dina Rusdiana, Direktur Kepatuhan Dennis Kusuma Halim, Direktur Keuangan Rahmat Hendratama, dan Direktur Bisnis Amit Kumar Singh. Acara diikuti 14 peserta dari kalangan investor, analis pasar modal, media massa, dan publik, dengan lima penanya mengajukan tujuh pertanyaan.

Menjawab soal keberlanjutan laba yang sebelumnya banyak ditopang penurunan biaya pencadangan, manajemen menyebut strategi menjaga margin bunga bersih di atas 4 persen, menggenjot pendapatan dari penagihan aset yang sudah hapus buku maupun aset sitaan lewat kerja sama dengan balai lelang swasta, KPKNL, dan agen properti, serta efisiensi biaya lewat relokasi sejumlah kantor cabang tahun ini. Soal kredit yang tumbuh 13,6 persen sementara dana pihak ketiga turun, manajemen menyebut itu sejalan dengan tren perbankan nasional dan mengandalkan peringkat idA+ baru dari Fitch Ratings Indonesia yang diterima 1 Oktober 2026 untuk memperluas sumber dana dari nasabah institusi.

Terkait syarat free float minimal 15 persen, manajemen menyebut berdasarkan kapitalisasi pasar Perseroan sebesar Rp4,98 triliun per 31 Maret 2026, batas waktu pemenuhannya jatuh pada 31 Maret 2029, dan sejumlah langkah sedang disiapkan meski belum bisa diungkap karena masih tahap pembahasan awal. Soal suspensi perdagangan saham yang masih berlaku menyusul lonjakan harga, manajemen menyatakan hampir setiap hari berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia dan sedang menyelesaikan seluruh dokumen serta penjelasan yang diminta, sembari menegaskan bahwa pembentukan harga saham sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar dan di luar kendali Perseroan.