PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menanggapi surat permintaan penjelasan bursa bernomor S-13363/BEI.PP3/10-2026 tertanggal 23 Oktober 2026. Dalam surat balasannya tertanggal 27 Oktober 2026, bank ini menjawab empat hal yang diminta bursa, yaitu perkembangan dematerialisasi saham, produk perbankan baru, rencana produk 2027, serta kondisi dan kinerja keuangan terkini.

Soal dematerialisasi saham, BSWD menyatakan masih dalam tahap kajian dan persiapan bersama Biro Administrasi Efek untuk mendata pemegang saham yang masih memegang saham dalam bentuk fisik (warkat). Perusahaan punya waktu sampai 6 Mei 2030 untuk menuntaskannya, sesuai POJK Nomor 9 Tahun 2025. Di sisi produk, pada 2026 bank ini mengembangkan fitur pembayaran kartu debit untuk mengejar pendapatan berbasis komisi, dan pada 2027 berencana menyempurnakan aplikasi mobile banking dengan fitur pembayaran baru.

Dari sisi keuangan per 31 Agustus 2026, total aset BSWD tercatat Rp7,12 triliun, turun 2,53% dari Rp7,31 triliun pada 30 Juni 2026, yang menurut manajemen disebabkan oleh penurunan liabilitas keuangan. Kredit yang disalurkan justru naik 5,27% menjadi Rp4,76 triliun, sementara simpanan nasabah turun tajam 10,58% menjadi Rp3,3 triliun, terutama karena penurunan saldo giro. Total ekuitas naik tipis 0,46% menjadi Rp3,58 triliun, didorong oleh laba periode berjalan.

Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, pendapatan bunga bersih BSWD justru turun 3,03% menjadi Rp186,86 miliar. Namun laba operasional melonjak 75,49% menjadi Rp90,74 miliar dan laba bersih naik 74,95% menjadi Rp70,92 miliar, yang menurut manajemen terutama didorong oleh berkurangnya pencadangan kerugian kredit (CKPN) karena tidak ada tambahan cadangan untuk aset yang diambil alih (AYDA) seperti tahun sebelumnya. Rasio kredit terhadap simpanan (LDR) melonjak ke 144,15% dari 127,34% setahun sebelumnya, yang oleh manajemen dijelaskan karena penyaluran kredit tumbuh lebih cepat dibanding penghimpunan dana pihak ketiga. Perusahaan juga melaporkan penerimaan kembali kredit yang telah dihapus buku baru terealisasi dari tiga debitur dengan jumlah yang belum material, akibat penjadwalan ulang penagihan.