PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia pada 8 Oktober 2026, menanggapi surat permintaan penjelasan dari bursa bernomor S-12718/BEI.PP3/10-2026 yang diterima perseroan pada 6 Oktober 2026. Surat tanggapan ditandatangani oleh Santoso Pribadi, Kepala Divisi Accounting & Reporting, dan menjawab sejumlah pertanyaan bursa mengenai kondisi operasional, kinerja usaha, hingga strategi perseroan ke depan.

Dalam dokumen itu, BSWD merinci jaringan kantornya per 30 September 2026 yang terdiri dari 1 kantor pusat, 8 kantor cabang, 6 kantor cabang pembantu, dan 2 kantor kas. Perseroan juga mengungkapkan total aset mencapai Rp6,99 triliun, penyaluran kredit sekitar Rp4,78 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp3,36 triliun hingga September 2026. Bank ini menyebut telah mengantongi sertifikat keamanan siber ISO 27001:2022 sejak April 2026 dan menyatakan tidak ada pergeseran pangsa pasar yang signifikan serta belum ada dampak material dari kondisi geopolitik global terhadap operasionalnya.

Soal strategi, BSWD menyebut fokusnya saat ini adalah memperbesar penyaluran kredit secara selektif ke segmen UMKM dan korporasi, memperkuat dana murah atau CASA (simpanan giro dan tabungan berbunga rendah), serta mendorong margin bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi. Perseroan juga mengakui masih menghadapi beberapa perkara hukum hingga saat ini, meski rincian dan dampaknya tidak tercakup dalam bagian dokumen yang tersedia untuk laporan ini.