Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menggelar forum Halal Connect 2026 di Jakarta, Selasa (3/11), mempertemukan sekitar 100 pelaku usaha dari skala UMKM sampai ritel. Forum ini dirancang bukan sekadar seremoni pengurusan sertifikat halal, melainkan ajang membangun jaringan bisnis antar pelaku di industri halal. Ini penting karena banyak UMKM yang sudah mengantongi label halal tapi belum tentu tahu cara memanfaatkannya untuk memperluas pasar.
Direktur LPPOM DKI Jakarta, Deden Edi S, mengatakan forum ini sengaja mempertemukan pelaku usaha, pemasok bahan baku, pengusaha ritel, lembaga pembiayaan, hingga instansi pemerintah dalam satu forum agar menghasilkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan, bukan cuma silaturahmi. Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menambahkan bahwa tugas lembaganya tidak selesai begitu sertifikat halal terbit. Menurutnya, pelaku usaha juga perlu dibantu menjaga konsistensi kualitas produk agar bisa naik kelas dan memperluas bisnis.
Dalam acara itu, LPPOM bersama mitra perbankan dan institusi terkait menyerahkan dukungan sertifikasi halal untuk lebih dari 1.000 pelaku usaha. Bantuan lain juga diberikan, seperti sertifikat halal untuk pelopor batik Betawi serta bantuan sarana usaha bagi UMKM yang tinggal di rusunawa. Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH. M. Faiz Sykron Makmun, dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, turut mendukung inisiatif ini sebagai langkah memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik maupun global.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan business matching, yang diharapkan mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.
