Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) melaporkan bahwa anak usaha terkendalinya, PT Bukaka Mega Investama (BMI), yang sahamnya 99 persen dimiliki BUKK, bersama PT Barkah Raya Utama (BRU) dan PT Dua Putra Barkah Nusantara (DPBN) mendirikan tiga perseroan terbatas baru pada 15 Oktober 2026, yaitu PT Solverra Energi Nusantara (SEN), PT Nusantara Solar Power (NSP), dan PT Surya Daya Nusantara (SDN). Ketiga perusahaan ini berkedudukan di Kabupaten Bogor dan didirikan untuk berusaha di bidang pembangkitan tenaga listrik energi baru terbarukan.

Struktur permodalan ketiga perusahaan itu sama persis. Modal dasar masing-masing Rp40 miliar yang terbagi atas 40.000 lembar saham senilai Rp1 juta per lembar, dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp10 miliar atau 10.000 lembar saham. Dari jumlah itu, BMI memegang 90 persen atau 9.000 lembar saham senilai Rp9 miliar di setiap perusahaan, sementara BRU dan DPBN masing-masing memegang 5 persen atau 500 lembar saham senilai Rp500 juta di setiap perusahaan. Dengan pola kepemilikan yang sama di tiga entitas, total setoran modal BMI ke SEN, NSP, dan SDN mencapai sekitar Rp27 miliar.

Dalam keterbukaan ini, BUKK menyebut pendirian ketiga perusahaan tersebut sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke bidang pembangkit listrik energi terbarukan, dan menyatakan ketiganya diharapkan memberi dampak positif berupa potensi tambahan pendapatan dan laba bagi anak usaha terkendali Perseroan. Dokumen tidak menyebut nilai proyek, kapasitas pembangkit yang direncanakan, atau kontrak kerja sama dengan pihak lain.