PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) menerima opini tidak menyatakan pendapat alias disclaimer dari auditornya, KAP Irwanto dan Rekan, atas laporan keuangan tahunan yang berakhir 30 Juni 2026. Opini itu ditandatangani partner Rudi Riady pada 28 September 2026. Auditor menyebut tidak bisa memperoleh bukti audit yang cukup karena signifikansi masalah keuangan CANI: rugi komprehensif US$719.911 untuk tahun berjalan, liabilitas jangka pendek yang melebihi aset lancar sebesar US$38.301.895, serta defisiensi modal (ekuitas negatif) sebesar US$34.247.201. Auditor secara eksplisit menyatakan kondisi ini menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan CANI mempertahankan kelangsungan usaha.
Dari sisi kinerja, pendapatan CANI turun dari US$3,3 juta menjadi US$2,3 juta, atau berkurang US$986.364, sehingga rugi bruto tercatat US$1.396.479. Setelah dikurangi beban usaha, rugi bersih tahun berjalan mengecil dibanding tahun sebelumnya, dari US$2.275.576 menjadi US$724.004, namun perusahaan tetap merugi. Total aset ikut menyusut 35 persen menjadi US$5,89 juta dari US$9,06 juta, sementara kas dan bank turun 54,64 persen menjadi US$219.917. Dalam surat penjelasan terpisah ke bursa soal perubahan pos di atas 20 persen, CANI merinci penyebabnya: piutang usaha pihak ketiga turun US$428.271 karena penagihan yang lebih cepat, aset tetap turun US$2.287.484 akibat penyusutan, dan aset tidak lancar lainnya turun US$142.310 karena amortisasi biaya pengedokan kapal. Di sisi liabilitas, utang pajak naik US$181.112 termasuk utang PPh Pasal 29 sebesar US$162.829, utang nonusaha pihak ketiga melonjak US$993.056 karena utang baru US$1.000.000 kepada PT Pelayaran Teluk Bajau Cipta Sejahtera, dan utang kepada pemegang saham turun US$688.693 setelah CANI melunasi utang ke Agus Sudimen, mantan pemilik manfaat akhir (ex-UBO) dari pemegang saham pengendali perseroan.
Manajemen, dalam catatan going concern yang dikutip auditor, memaparkan rencana penyelamatan yang mencakup perawatan armada kapal secara berkelanjutan, menjaga kontrak dengan pelanggan yang ada, diversifikasi pendapatan di sektor pelayaran, merasionalisasi armada dengan melepas kapal yang tidak beroperasi, efisiensi tenaga kerja, memperketat pengendalian arus kas, serta mencari dukungan pendanaan atau pembiayaan ulang dari pemegang saham utama. Auditor mencatat bahwa hingga tanggal laporan, langkah-langkah tersebut belum seluruhnya terealisasi. Surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan ditandatangani Direktur Utama Ang Ah Nui dan Direktur Yanuar Chayadi Wijaya. Saham CANI sendiri saat ini berada di papan Pemantauan Khusus (watchlist) bursa.
