BPS mencatat ekspor nonmigas Indonesia Januari-Juli 2026 terkonsentrasi pada China, Amerika Serikat, dan India, dengan besi baja, CPO, dan batu bara sebagai komoditas andalan.
1 September 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 masih sangat bergantung pada segelintir negara tujuan. Tiongkok, Amerika Serikat, dan India bersama-sama menyerap 44,25 persen dari total nilai ekspor nonmigas RI pada periode tersebut. Angka ini penting dicermati karena berarti hampir separuh pendapatan ekspor nonmigas Indonesia bertumpu pada permintaan dari hanya tiga negara.
Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar dengan nilai ekspor nonmigas mencapai US$40,62 miliar sepanjang Januari-Juli 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan data ini dalam konferensi pers pada Selasa (1/9/2026) sebagai bagian dari laporan rutin kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia.
Dari sisi komoditas, tiga produk yaitu besi dan baja, minyak sawit mentah (CPO) beserta turunannya, dan batu bara menyumbang 28,62 persen dari total ekspor nonmigas. Ketiganya mencatat kenaikan nilai ekspor secara kumulatif hingga Juli 2026, yaitu besi dan baja naik 2,77 persen, CPO dan turunannya naik 5,49 persen, serta batu bara naik 4,75 persen.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.