PT Natura City Developments Tbk (CITY) menyampaikan materi public expose tahunan kepada Bursa Efek Indonesia pada 4 November 2026, menyusul surat rencana penyelenggaraan yang sudah disampaikan sejak 26 Oktober 2026. Surat ditandatangani oleh Rio Tinto Sirait selaku Corporate Secretary, yang juga menjabat sebagai salah satu Direktur perusahaan.

Materi tersebut memuat kinerja keuangan tidak diaudit untuk sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan bersih tercatat Rp125,3 miliar, naik dari Rp104,8 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Laba bersih melonjak ke Rp17,8 miliar dari Rp11,9 miliar, sementara laba bersih per saham naik dari Rp2,2 menjadi Rp3,3. Di sisi neraca per 30 September 2026, total aset Rp1,14 triliun, total utang Rp239,6 miliar, dan ekuitas Rp902,8 miliar, naik dari Rp884,9 miliar pada akhir 2025.

Perusahaan menegaskan tidak melakukan aksi korporasi sepanjang 2026, sehingga jumlah saham beredar tetap 5.405.188.966 lembar. Pemegang saham di atas 5 persen adalah PT Sakti Generasi Perdana (20,63 persen), PT Tunas Tumbuh Berkembang (9,89 persen), Golden Capital Foundation Limited (9,44 persen), dan PT Karya Cakrawala Perdana (5,81 persen), sementara publik memegang 54,23 persen. Untuk proyek Serpong Natura City per 30 September 2026, dari total 2.105 unit yang dikembangkan, 1.780 unit sudah terjual namun baru 1.038 unit yang tuntas proses akta jual belinya (AJB), dengan 800 unit sudah berpenghuni.