PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, ditandatangani Direktur Utama Gindra Tardy pada 28 Agustus 2026 dan disampaikan Corporate Secretary Mulyanti sesuai surat No. 024/TSI/CORSEC/VIII/26. Total aset perusahaan tercatat Rp367,79 miliar per akhir Juni 2026, naik Rp82,43 miliar atau 28,88 persen dibanding akhir 2025 yang sebesar Rp285,36 miliar. Total liabilitas melonjak jauh lebih tajam, dari Rp46,74 miliar menjadi Rp125,23 miliar, naik 167,91 persen atau Rp78,49 miliar. Sementara itu ekuitas hanya naik tipis dari Rp238,62 miliar menjadi Rp242,56 miliar.
Karena kenaikan aset dan liabilitas sama-sama melewati ambang 20 persen, manajemen mengirim surat penjelasan terpisah kepada Direktur Penilaian Perusahaan BEI tertanggal 28 Agustus 2026, sesuai kewajiban dalam Peraturan I-E. Dalam surat itu dijelaskan, kenaikan total aset terutama berasal dari kas dan setara kas yang bertambah Rp85,16 miliar serta uang muka dan biaya dibayar dimuka yang naik Rp13,35 miliar. Adapun kenaikan liabilitas didorong oleh utang bank yang bertambah Rp31,47 miliar dan utang usaha yang naik Rp35,54 miliar.
Dari sisi laba rugi, penjualan bersih CRAB naik sekitar 8 persen menjadi Rp322,14 miliar dari Rp298,29 miliar pada semester I 2025. Namun laba bruto justru turun dari Rp36,33 miliar menjadi Rp19,98 miliar karena harga pokok penjualan naik lebih cepat. Beban keuangan melonjak dari Rp191,79 juta menjadi Rp2,11 miliar, sejalan dengan bertambahnya utang bank, sementara pendapatan keuangan justru turun dari Rp464 juta menjadi Rp80,65 juta. Akibatnya laba bersih tahun berjalan turun dari Rp8,43 miliar menjadi Rp3,94 miliar, dan laba per saham dasar turun dari Rp4,32 menjadi Rp2,02. Di sisi lain, kas bersih dari aktivitas operasi justru menguat dari Rp21,68 miliar menjadi Rp87,18 miliar.
