PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) melaporkan hasil pelaksanaan Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Acara berlangsung Jumat, 25 September 2026, pukul 16.45-17.25 WIB, di Ruang Rosewood, Grand City Hall Medan, dan dihadiri 10 peserta eksternal di luar jajaran manajemen dan karyawan perseroan. Manajemen yang hadir meliputi Direktur Utama Beston Barto Siboro, Direktur Irsan Sudargo, Direktur Sia Leng Hong alias Tony Siaputra, Direktur Erman, Direktur Kok Kieng, serta Komisaris Independen Purnomo Darmowasito dan Drs Pontas Pane. Presentasi disampaikan oleh Irsan Sudargo dan Beston Barto Siboro.

Dalam sesi tanya jawab, dua penanya publik menyoal ekspansi pasar dan strategi pertumbuhan. Direktur Utama Beston Barto Siboro menjelaskan bahwa perusahaan sudah mengekspor ke Eropa, Asia, Australia, Kanada, Inggris, dan Uni Emirat Arab selain pasar utama Amerika Serikat, dan berencana menambah mitra strategis serta menggarap pasar non-tradisional untuk mengejar target penjualan tahun ini dan tahun berikutnya.

Pertanyaan yang lebih tajam datang dari peserta bernama Heri, yang menyoroti kenaikan liabilitas perseroan dari 2025 ke 2026 dan menanyakan apakah itu berasal dari tambahan penggunaan Kredit Modal Kerja (KMK) di Bank Mandiri. Komisaris Independen Purnomo Darmowasito menjawab bahwa rincian KMK tersebut sudah dipaparkan dalam RUPS Tahunan dan Laporan Tahunan, serta menegaskan komitmen Dewan Komisaris dan Direksi untuk mengikuti proses hukum yang masih berjalan terkait hal itu. Ia mengarahkan pemegang saham untuk merujuk pada Catatan atas Laporan Keuangan dalam Laporan Keuangan Audit Tahun 2025 yang diperiksa Kantor Akuntan Publik (KAP) PKF, dan menyebutkan bahwa komposisi liabilitas ini telah mendapat perhatian khusus dari auditor independen sehingga ditetapkan sebagai Key Audit Matter (Hal Audit Utama) dan memuat Emphasis of Matter (Penekanan Suatu Hal).