PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang telah diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia. Laporan yang ditandatangani Direktur Utama Tjoea Aubintoro dan diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang, dan Rekan dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian ini menunjukkan pendapatan perusahaan turun tipis dari Rp60,51 miliar menjadi Rp59,54 miliar dibanding semester I 2025, sementara laba bersih menyusut dari Rp23,92 miliar menjadi Rp20,07 miliar. Laba per saham ikut turun dari Rp9,38 menjadi Rp5,71.
Kenaikan besar justru terjadi di sisi permodalan. Dalam surat terpisah ke Bursa Efek Indonesia, perusahaan menjelaskan bahwa kas dan setara kas melonjak dari Rp9,31 miliar menjadi Rp192,56 miliar karena penerimaan dana dari penerbitan saham baru kepada pemegang saham lama (rights issue). Modal saham tercatat naik dari Rp130,7 miliar menjadi Rp182,98 miliar, dan tambahan modal disetor naik dari Rp29,4 miliar menjadi Rp134,2 miliar, sehingga total dana segar dari aksi korporasi ini tercatat Rp177,4 miliar dalam laporan arus kas pendanaan. Ekuitas perusahaan pun melompat dari Rp381,3 miliar pada awal tahun menjadi Rp573,2 miliar per 30 Juni 2026.
Perusahaan menyebutkan uang muka proyek naik 144 persen karena kenaikan uang muka untuk pekerjaan infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar melalui entitas anak. Meski laba di atas kertas masih positif, arus kas dari kegiatan operasional tercatat negatif Rp2,77 miliar pada semester I 2026, berbalik dari positif Rp13,64 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga membagikan dividen sebesar Rp5,7 miliar kepada pemegang saham nonpengendali di entitas anak selama periode ini.
Anak usaha utama CSIS, PT Bogorindo Cemerlang, bergerak di bidang properti dengan lokasi usaha di Sentul dan telah beroperasi komersial sejak 1994, dengan CSIS menguasai 61,59 persen kepemilikan dan total aset entitas anak itu tercatat Rp726,86 miliar.
