PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) menyampaikan revisi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum bernomor 060/DIRUT-CSIS/EKS/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026. Revisi bernomor 069/DIRUT-CSIS/EKS/IX/2026 ini memuat perkembangan penggunaan dana hasil rights issue per posisi 30 Juni 2026, ditandatangani Direktur Utama Tjoea Aubintoro di Bogor pada 4 September 2026 dan dikirim kepada Otoritas Jasa Keuangan.
Rights issue CSIS-R yang efektif 11 Desember 2025 menghasilkan dana kotor Rp198.664.000.000. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp1.932.968.726, antara lain biaya jasa penilai publik Rp305 juta, biaya konsultan hukum Rp255 juta, dan biaya lain-lain Rp974 juta, dana bersih yang diterima perseroan adalah Rp196.731.031.274. Dana ini rencananya dipakai untuk lima pos: infrastruktur Kawasan Industri Cikembar (KIC) Rp93 miliar atau 47,27 persen, pembebasan lahan Rp83,7 miliar atau 42,54 persen, infrastruktur Panenjoan Rp10 miliar atau 5,08 persen, pembangunan gudang KIS Rp7 miliar atau 3,56 persen, dan operasional kantor Rp3,04 miliar atau 1,54 persen.
Sampai akhir Juni 2026, realisasi penggunaan dana baru mencapai Rp10.493.693.000 atau 5,33 persen dari total, dan semuanya masuk pos infrastruktur KIC untuk lima pekerjaan: jalan beton tahap II di area Gate 3 dan bundaran menuju perempatan Gracia senilai Rp2,17 miliar, jalan beton tahap 1 seluas 3.000 meter persegi di area depan Hungfu hingga perempatan Gracia senilai Rp1,09 miliar, pekerjaan cut and fill blok K-N1 senilai Rp2,01 miliar, cut and fill blok N1 tahap 2 senilai Rp3,21 miliar, dan pemasangan sheetpile W350 sepanjang 266 meter senilai Rp2,02 miliar. Empat pos lain, yaitu pembebasan lahan, infrastruktur Panenjoan, pembangunan gudang KIS, dan operasional kantor, realisasinya masih nol rupiah. Sisa dana Rp186.237.338.274 atau 94,67 persen dari total kini disimpan dalam bentuk giro di IBK Bank Indonesia, dengan Rp184.204.725.987 atas nama PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk berbunga 0,1 persen per tahun, dan Rp2.032.612.287 atas nama pihak tidak berafiliasi, PT Bogorindo Cemerlang, berbunga 3 persen per tahun.
Perseroan menjelaskan bahwa keterlambatan realisasi ini terjadi karena dana hasil rights issue baru bisa dipakai sejak Mei 2026, mundur dari rencana awal Desember 2025, setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Independen. Perseroan juga menyebut turut mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan dinamika industri dalam menentukan waktu penggunaan dana agar optimal. Batas akhir penggunaan seluruh dana ditetapkan hingga Desember 2028.
