Danantara Indonesia tengah menyusun rencana kerja bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk mempercepat penyelesaian persoalan proyek hunian LRT City, dengan target skema penyelesaian rampung pada Agustus 2026. Percepatan ini penting karena menyangkut kepastian bagi sekitar 2.400 konsumen yang unit huniannya masih tertahan.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan pihaknya masih mematangkan bentuk dukungan pendanaan untuk Adhi Karya. "Saya sedang menyiapkan rencana kerja mereka karena mereka kan itu Tbk ya. Jadi setiap pemasukan harus ada keputusan RUPS mereka. Apakah bentuknya nanti equity, otomatis pemegang sahamnya terdilusi atau kita bentuknya shareholder loan. Ya, ini sedang kita lihat. Tapi itu akan segera dibereskan dalam bulan ini," kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Danantara sebelumnya telah menyiapkan dana sebesar Rp456 miliar untuk membantu penyelesaian persoalan proyek yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha Adhi Karya. Dana tersebut disiapkan untuk menangani dampak yang dirasakan sekitar 2.400 konsumen hunian LRT City.
Dony menyebut Danantara dan Adhi Karya akan membahas opsi penyelesaian secara lebih rinci pada pekan ini, termasuk kemungkinan pemindahan unit bagi konsumen terdampak. "Ini mereka (Adhi Karya) sedang paparan, baru paparan pertama sama saya. Jadi kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya. Kita akan ketemu dengan Adhi Karya lebih detail lagi minggu ini," jelasnya.
