PT Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah Kabupaten Garut menggelar forum evaluasi bertajuk Pilar Tani di Garut, Jumat (28/8/2026), untuk membahas administrasi dan kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi. Forum ini menyasar kios pengecer pupuk bersubsidi atau PPTS sebagai ujung tombak distribusi ke petani, sekaligus menegaskan bahwa kesalahan administrasi di tingkat kios bisa berujung tanggung jawab bagi pengelolanya. Hal ini penting karena kelancaran penyaluran di level kios menentukan apakah petani penerima subsidi benar-benar mendapat pupuk sesuai jadwal tanam.

Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, menyebutkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Garut per 27 Agustus 2026 mencapai 64.551,75 ton, setara 55,21 persen dari total alokasi 116.941,70 ton untuk tahun ini. Rinciannya, Urea tersalur 26.249,65 ton, NPK 38.261,50 ton, dan pupuk organik 40,60 ton, sementara NPK Kakao belum tersalur sama sekali. Sebagai pembanding, alokasi penuh Garut tahun ini adalah Urea 59.302 ton, NPK Phonska 56.960 ton, NPK Kakao 4,7 ton, dan pupuk organik 675 ton.

Selain data realisasi, forum ini mengevaluasi hasil verifikasi transaksi lewat sistem i-Pubers sepanjang Januari-Juli 2026, yaitu sistem pencatatan yang memastikan penyaluran pupuk tercatat sesuai aturan. Robby mengingatkan bahwa berdasarkan Surat Perjanjian Jual Beli atau SPJB, kelalaian administrasi dalam penyaluran menjadi tanggung jawab PPTS, sehingga ketelitian dokumen di tingkat kios perlu ditingkatkan. Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Syamsuddin, menambahkan bahwa Garut memiliki 11 PUD atau distributor dan 283 PPTS atau kios pengecer yang menopang distribusi ini, dan menekankan penyaluran harus mengikuti prinsip 7 Tepat agar produktivitas pertanian meningkat.

Robby juga menyampaikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional, menurutnya, berjalan baik, didukung penyederhanaan aturan dan penurunan harga tebus yang disebutnya mendorong penyerapan. Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Garut mencatat penyaluran di daerah itu relatif lancar karena ketersediaan stok yang terjaga di setiap kios PPTS.