Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukan sesuatu yang final. Jika ditemukan kekeliruan atau data tidak mencerminkan kondisi ekonomi warga yang sebenarnya, pemerintah akan memperbaikinya. Pernyataan ini merespons banyaknya keluhan masyarakat yang merasa posisi desil mereka tidak sesuai kondisi ekonomi riil, sementara desil menjadi acuan utama penentuan penerima berbagai program bantuan pemerintah.

Gus Ipul menyampaikan hal itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Ia menyebut pemerintah terbuka menerima masukan dan koreksi data setiap kali ada laporan ketidaktepatan sasaran. Untuk mengajukan koreksi, masyarakat bisa memakai Command Center Kementerian Sosial, nomor WhatsApp pengaduan, atau aplikasi Cek Bansos. Warga juga bisa datang langsung ke kantor kelurahan atau balai desa untuk memperbarui data lewat operator yang sudah disiapkan di sana.

Sistem desil membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kemampuan sosial ekonomi. Desil 1 adalah 10 persen kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah, sementara desil 10 adalah kelompok masyarakat paling mampu, dengan delapan kelompok lain tersebar di antaranya. Menurut Gus Ipul, pembagian berjenjang ini dibuat agar penyaluran program bantuan pemerintah lebih tepat sasaran.