PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 28 Oktober 2026. Perusahaan mencatat penjualan neto Rp2,11 triliun, hampir sama dengan periode yang sama tahun lalu, sementara laba bersih naik 16,4 persen menjadi Rp58,7 miliar dari sebelumnya Rp50,4 miliar. Laba per saham ikut naik dari Rp7,43 menjadi Rp8,65.
Di balik kenaikan laba bersih itu, laba usaha, yaitu keuntungan dari kegiatan jual beli bahan bangunan sebelum dihitung bunga dan pendapatan sampingan, justru turun 21,9 persen menjadi Rp29,2 miliar dari Rp37,4 miliar. Penyebabnya, beban penjualan naik menjadi Rp320,7 miliar dan beban umum serta administrasi naik menjadi Rp77,2 miliar, lebih cepat dari pertumbuhan penjualan. Kenaikan laba bersih justru ditopang oleh pendapatan lain-lain yang melonjak dari Rp27,0 miliar menjadi Rp47,9 miliar, sehingga laba sebelum pajak naik 25,2 persen menjadi Rp72,3 miliar.
Di sisi arus kas, kas dan setara kas DEPO melonjak dari Rp39,1 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp246,0 miliar pada akhir September 2026, terutama karena pencairan deposito berjangka dari Rp292 miliar menjadi Rp86 miliar. Perusahaan juga menambah pinjaman bank jangka pendek hampir enam kali lipat, dari Rp5,0 miliar menjadi Rp29,8 miliar, sementara total liabilitas naik 9,8 persen menjadi Rp998,2 miliar. Sepanjang periode ini DEPO membagikan dividen tunai Rp10,185 miliar, turun dari Rp28,518 miliar pada periode sebelumnya, dan menambah dana cadangan umum Rp5 miliar sehingga saldonya menjadi Rp28 miliar. Total ekuitas perusahaan per akhir September 2026 tercatat Rp1,41 triliun, naik 3,6 persen dari akhir 2025.
Dalam laporan ini DEPO juga mencantumkan informasi anak usahanya, PT Megadepo Indonesia, yang menjalankan usaha supermarket dan ritel bahan bangunan di Sidoarjo sejak 2004 dengan kepemilikan saham 99,99 persen dan nilai aset Rp967 miliar. Laporan keuangan ditandatangani oleh Direktur Utama Henryanto Komala dan Direktur Caroline Agustina Kettin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan.
