PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2026. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp237,81 miliar, melonjak dari Rp17,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini membuat laba per saham dasar naik dari Rp1,10 menjadi Rp14,58 per lembar.
Pendapatan usaha JKON pada sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp3,44 triliun, naik 51 persen dari Rp2,27 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Laba usaha ikut melonjak dari Rp18,95 miliar menjadi Rp186,18 miliar. Kenaikan laba juga didorong kontribusi dari ventura bersama, yang menyumbang laba Rp139,94 miliar, lebih dari dua kali lipat sumbangan Rp57,63 miliar pada tahun lalu, sehingga laba sebelum pajak melonjak dari Rp37,53 miliar menjadi Rp277,80 miliar.
Total aset JKON per 30 September 2026 tercatat Rp4,68 triliun, naik 4,1 persen dari akhir 2025. Total ekuitas naik 6,6 persen menjadi Rp3,46 triliun, sementara total liabilitas justru turun 2,2 persen menjadi Rp1,23 triliun. Di sisi lain, kas dan setara kas perusahaan turun dari Rp678,78 miliar menjadi Rp472,29 miliar, antara lain karena pembayaran dividen tunai sebesar Rp86,12 miliar, naik dari Rp53,00 miliar pada tahun sebelumnya. Arus kas dari aktivitas operasi masih tercatat negatif Rp142,34 miliar, meski defisitnya mengecil dibanding negatif Rp251,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laporan ini ditandatangani oleh Presiden Direktur Fransiskus Yohanes H. Lazaro dan Direktur Indrajanti yang juga menjabat sebagai Corporate Secretary JKON, melalui surat pernyataan direksi tertanggal 30 Oktober 2026. Perseroan menegaskan laporan keuangan tersebut disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan belum diaudit oleh akuntan publik.
