PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menjawab surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia nomor S-10596/BEI.PP1/08-2026 tanggal 12 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi sahamnya. Menurut data yang dikutip dalam surat itu, volume perdagangan saham DGIK melonjak menjadi 28.760.300 saham dengan frekuensi 3.535 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 8.353.600 saham dengan frekuensi 750 kali. Harga saham ditutup turun Rp7 atau 5,30 persen, dari Rp132 menjadi Rp125.

Dalam jawabannya, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material apa pun dalam kegiatan dan rencana usahanya yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investor, baik menurut aturan POJK Nomor 31/POJK.04/2015 maupun ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-E. Perseroan juga menyebut tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan dan penjaminan saham, serta belum merencanakan tindakan korporasi apa pun dalam tiga bulan ke depan.

Untuk poin mengenai rencana pemegang saham utama, perseroan menyatakan telah berkomunikasi langsung dan pemegang saham utama disebut belum memiliki rencana lain terkait kepemilikan sahamnya di DGIK. Surat penjelasan ini ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary DGIK, Almanda Pohan, pada 14 Agustus 2026.