PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) menyampaikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia bernomor S-12435/BEI.PP2/09-2026 tanggal 25 September 2026. Dalam dokumen bertanda tangan elektronik Direktur Utama Darmawan Suryadi SM itu, perseroan merinci rencana penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 77.117.802 saham atau 10 persen dari modal disetor. Seluruh dana hasil PMTHMETD akan dipakai untuk modal kerja, dengan harga pelaksanaan mengacu rata-rata harga penutupan saham 25 hari bursa dengan batas bawah 90 persen dari rata-rata tersebut. Perseroan mengaku belum menetapkan calon pembeli saham baru ini, sehingga nilai dana yang akan diperoleh maupun jadwal pastinya belum bisa disampaikan, dengan batas waktu pelaksanaan paling lambat 23 Oktober 2028.
Untuk saham bonus, perseroan mengkapitalisasi Rp11,31 miliar dari total agio saham Rp13,21 miliar menjadi modal disetor, menyisakan sekitar Rp1,90 miliar yang tidak dikapitalisasi karena pertimbangan struktur permodalan dan ketersediaan saham dalam portepel. Tujuannya menambah jumlah saham yang beredar dan diperdagangkan di bursa, yang menurut perseroan selama ini terbatas. Kedua aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang sama pada 23 Oktober 2026 demi efisiensi biaya. Jadwal saham bonus mencantumkan cum bonus di pasar reguler pada 2 November 2026, ex bonus pada 3 November 2026, pendistribusian saham pada 25 November 2026, dan laporan hasil distribusi yang diperiksa akuntan publik disampaikan paling lambat 9 Desember 2026.
Perseroan juga menjelaskan transaksi saham Jap Astrid Patricia yang sebelumnya menjadi sorotan. Transfer 175.818.833 saham atau 22,80 persen pada 14 September 2026 disebut bukan transaksi jual beli, melainkan pemindahan saham dari rekening efek KB Valbury Sekuritas ke NH Korindo Sekuritas atas nama pemilik yang sama, sehingga tidak mengubah kepemilikan manfaat. Penjualan pada 17 dan 18 September 2026 sebesar 1,73 persen dan 3,24 persen menurunkan kepemilikannya dari 22,80 persen menjadi 17,82 persen, dan berdasarkan laporan kepemilikan bernomor LK/24092026/0003/1, seluruh 175.818.833 saham telah terjual sehingga kepemilikan Jap Astrid Patricia kini nol persen. Perseroan menegaskan transaksi ini, termasuk pembelian saham oleh Darmawan Suryadi SM dan Jap Astrid Patricia pada 2 Juli 2026, tidak berkaitan dengan rencana PMTHMETD atau saham bonus.
Setelah PMTHMETD dan saham bonus, porsi kepemilikan pemegang saham pengendali Darmawan Suryadi SM diperkirakan tetap di 48,3 persen. Perseroan memproyeksikan pendapatan 2026 sekitar Rp80 miliar dan laba bersih sekitar Rp5 miliar dari bisnis freight forwarding yang tersisa setelah divestasi anak usaha JAYA, dengan catatan target itu bisa berubah karena fluktuasi harga freight global.
