PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menggelar Public Expose Tahunan secara virtual pada Senin, 7 September 2026, pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, dihadiri 130 peserta yang terdiri dari investor perorangan dan institusi, lembaga keuangan atau perbankan, analis pasar modal, media, serta masyarakat umum. Perseroan diwakili oleh Direktur Tondy Suwanto dan Esther Meilia Natanael, Department Head of Investor Relations & Corporate Sustainability. Acara dilanjutkan dengan sesi Press Conference virtual selama 15 menit yang dihadiri 31 wartawan dari media cetak maupun elektronik.

Dalam sesi tanya jawab, manajemen mengungkapkan kas dan setara kas perseroan per 30 Juni 2026 sebesar Rp2,08 triliun, yang akan digunakan untuk akuisisi lahan baru bila ada kesempatan yang tepat. Pendapatan berulang atau recurring income ditargetkan mencapai Rp300-400 miliar tahun ini, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 25-30 persen. Terkait dividen, manajemen menegaskan komitmen membagikan 30 persen dari laba bersih, dan berdasarkan riwayat sebelumnya rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) perseroan sudah mencapai atau bahkan melebihi 100 persen dari laba.

Soal ekspansi lahan, manajemen menyatakan tetap mencari tambahan landbank berskala besar di sekitar Kota Deltamas agar mudah tersambung ke jaringan listrik, internet, air bersih, dan pengolahan air limbah, dengan syarat lahan industri minimal seluas 500 hektare untuk diakuisisi. Perseroan mencatat inquiry seluas sekitar 85 hektare lahan industri, 75 persen di antaranya dari sektor data center, dengan tahapan dari LOI atau tanda jadi, lalu pre-sales setelah pembayaran uang muka, hingga accounting sales setelah serah terima atau akta jual beli. Dari sisi infrastruktur, kapasitas listrik terpasang di kawasan Deltamas sudah mencapai 1.000 MVA, kapasitas air sekitar 40.000 meter kubik yang akan ditingkatkan menjadi 60.000 meter kubik, ditambah kapasitas air daur ulang 8.000 meter kubik, serta sistem keamanan terintegrasi Security, Fire, and Command Center yang telah beroperasi sejak dua tahun lalu.

Manajemen menyebut accounting sales pada kuartal pertama dan kedua 2026 didominasi sektor data center dan tren ini diperkirakan berlanjut pada kuartal ketiga dan keempat, dengan target 2026 yang akan direvisi naik meski angka pastinya masih dibahas secara internal. Untuk outlook 2027, manajemen optimistis khususnya pada segmen data center, dan menilai pelemahan rupiah justru membuat harga lahan di Deltamas lebih murah di mata pembeli asing. Tenant data center perseroan disebut berasal dari Asia, Amerika Serikat, dan domestik.