Pendapatan neto konsolidasian PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 tercatat Rp182,95 miliar, turun dari Rp492,01 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Laba bruto turun menjadi Rp59,38 miliar dari Rp69,03 miliar, sementara laba usaha susut tajam menjadi Rp7,39 miliar dari Rp28,57 miliar. Akibatnya, perusahaan membukukan rugi neto periode berjalan Rp11,43 miliar, berbalik dari laba neto Rp28,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp9,58 miliar, membuat rugi per saham Rp1,32, dibandingkan laba per saham Rp3,95 pada periode sebelumnya.
Total liabilitas perusahaan per 30 September 2026 naik 27,82 persen menjadi Rp226,53 miliar dari Rp177,23 miliar pada akhir 2025, kenaikan senilai Rp50 miliar. Dalam surat bernomor 080/CORP-DMMX/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026 kepada Direktur Penilaian Usaha Bursa Efek Indonesia, manajemen DMMX menjelaskan bahwa kenaikan tersebut sepenuhnya didorong oleh pertambahan utang bank. Berdasarkan rincian laporan, bagian utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun melonjak dari Rp116 juta menjadi Rp33,87 miliar, dan utang bank jangka panjang naik dari Rp232 juta menjadi Rp22,33 miliar.
Kas dan setara kas perusahaan turun dari Rp93,25 miliar menjadi Rp51,18 miliar dalam sembilan bulan tersebut. Total ekuitas juga menyusut dari Rp688,50 miliar menjadi Rp641,72 miliar, dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya anjlok dari Rp55,50 miliar menjadi Rp6,21 miliar. Laporan yang disampaikan ini berstatus laporan keuangan interim kuartal III 2026 yang tidak diaudit.
