Ekadharma International Tbk (EKAD) menyampaikan materi Public Expose Insidentil yang mengungkap rencana perubahan pemegang saham pengendali. Pada 11 Agustus 2026, PT Ekadharma Inti Perkasa (EIP), yang saat ini menguasai 82,26 persen atau 2.874.012.300 lembar saham EKAD, menandatangani Letter of Intent for Equity Acquisition dengan perusahaan asal China, Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. Target transaksi adalah 51 persen dari total saham beredar EKAD, atau 1.781.876.250 lembar saham, seluruhnya berasal dari kepemilikan EIP. Keterbukaan informasi atas rencana ini sudah disampaikan perseroan pada 12 Agustus 2026.
Jika transaksi rampung, struktur pemegang saham EKAD akan berubah signifikan. Kepemilikan EIP turun dari 82,26 persen menjadi 31,26 persen atau 1.092.136.050 lembar saham, sementara Fujian Youjia langsung memegang 51 persen dan berstatus sebagai pengendali baru perseroan. Porsi pemegang saham publik di bawah 5 persen tidak berubah, yaitu 0,92 persen dalam bentuk warkat dan 16,83 persen non warkat. Harga per saham dalam transaksi ini belum ditetapkan, akan ditentukan lewat negosiasi berdasarkan laporan penilai independen sesuai prinsip kewajaran pasar, dengan estimasi finalisasi penawaran dan negosiasi harga pada akhir Desember 2026.
Fujian Youyi Adhesive Tape Group merupakan bagian dari Fujian Youjia Group, produsen bahan perekat asal Provinsi Fujian, China, yang berdiri sejak 1986. Menurut materi yang disampaikan, grup ini memiliki 20 basis produksi di berbagai provinsi China, mempekerjakan lebih dari 8.000 orang, mengoperasikan lebih dari 200 jalur produksi pelapis, dan memasarkan produknya ke lebih dari 80 negara dengan merek Youjijiu (YOURGRAND). Tujuan akuisisi ini, menurut dokumen, adalah mendirikan basis produksi di luar negeri khususnya di Asia Tenggara, memperluas pasar internasional, dan memperkuat rantai pasokan global Fujian Youjia.
Dalam materi yang sama, EKAD juga memaparkan kinerja keuangan per Juni 2026. Total aset konsolidasian naik dari Rp1.373,50 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp1.382,61 miliar, dengan ekuitas naik dari Rp1.259,57 miliar menjadi Rp1.267,45 miliar. Untuk periode tiga bulan yang berakhir Juni 2026, penjualan tercatat Rp296,25 miliar dibanding Rp251,89 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, laba usaha naik dari Rp19,38 miliar menjadi Rp33,05 miliar, dan laba per saham naik dari Rp6 menjadi Rp8.
