PT Ekadharma International Tbk (EKAD) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia atas permintaan penjelasan terkait rencana pengambilalihan sahamnya oleh Fujian Youjia Adhesive Tape Group Co., Ltd, perusahaan asal Provinsi Fujian, China. Surat tertanggal 2 September 2026 ini merupakan tanggapan atas permintaan Bursa nomor S-10743/BEI.PP3/08-2026 tanggal 13 Agustus 2026, setelah EKAD sempat menerima Peringatan Tertulis 1 dari Bursa karena terlambat menanggapi permintaan tersebut. Perusahaan menegaskan harga pengambilalihan per saham belum ditetapkan dan baru akan disepakati melalui negosiasi berdasarkan laporan penilai independen, dengan harga final diumumkan saat penandatanganan perjanjian akuisisi definitif yang ditargetkan pada kuartal IV 2026. Jika harga akhir ternyata lebih rendah dari harga penutupan saham EKAD pada 12 Agustus 2026, perusahaan berjanji menjelaskan alasannya secara rinci, merujuk pada kondisi pasar, nilai aset bersih per saham, hasil penilaian, dan transaksi sebanding di industri.

Dokumen ini juga merinci perubahan struktur kepemilikan saham EKAD. Dari total 3.493.875.000 saham beredar, PT Ekadharma International Persada (EIP) saat ini menguasai 2.874.012.300 saham atau 82,26 persen dan berstatus pengendali. Setelah transaksi rampung, kepemilikan EIP akan menyusut menjadi 1.092.136.050 saham atau 31,26 persen, sementara Fujian Youjia akan memegang 1.781.876.250 saham atau 51 persen dan menjadi pengendali baru. Kepemilikan pemegang saham publik di bawah 5 persen praktis tidak berubah, yakni 31.991.275 saham dalam bentuk warkat dan 587.871.425 saham nonwarkat. Fujian Youjia sendiri dimiliki oleh enam individu, yakni Lin Kexing, Lin Kebo, Lin Keping, Lin Youjie, Lin Yi, dan Lin Kehua, yang masing-masing memegang sekitar 16,665 persen dari total 605 juta saham Fujian Youjia dan secara bersama bertindak sebagai pengendali sekaligus pemilik manfaat perusahaan itu.

Fujian Youjia berdiri sejak 1986 dan bergerak di manufaktur serta penjualan produk plastik, kertas, kemasan, dan karet, sebagai bagian dari Fujian Youjia Group yang mengoperasikan 20 basis produksi di berbagai provinsi China dan memasarkan produk ke lebih dari 80 negara. Dari sisi keuangan, aset Fujian Youjia tumbuh dari sekitar RMB3,28 miliar pada 2021 menjadi RMB6,49 miliar per Juni 2026, dan ekuitas naik dari RMB1,34 miliar menjadi RMB3,06 miliar pada periode yang sama. Namun laba bersihnya justru menurun, dari RMB231,73 juta pada 2021 menjadi RMB171,30 juta pada 2025, sebelum tercatat RMB86,95 juta pada semester pertama 2026. Perusahaan China ini menyatakan belum memulai uji tuntas atas EKAD dan akan memutuskan waktu pelaksanaannya setelah menyelesaikan penilaian awal, serta menegaskan tidak sedang terlibat sengketa hukum maupun kesulitan keuangan.

Soal rencana ke depan, EKAD memastikan tidak ada perubahan kegiatan usaha utama maupun kebijakan dividen pascaakuisisi. Fujian Youjia berencana menambah personel manajemen tingkat menengah hingga senior namun berupaya mempertahankan stabilitas tim manajemen yang ada, dan menyatakan tidak berniat mengurangi kepemilikan sahamnya dalam 10 tahun ke depan sehingga status pengendali tetap di tangannya. Setelah proses transfer saham dan persetujuan regulator selesai, termasuk implementasi transfer dalam 10 hari kerja setelah semua izin diperoleh, Fujian Youjia wajib melaksanakan penawaran tender kepada pemegang saham publik sesuai jangka waktu yang ditetapkan OJK. Perusahaan menyebut belum ada lembaga penunjang pasar modal yang ditunjuk untuk proses tersebut dan tidak ada rencana aksi korporasi lain dalam 12 bulan mendatang.