Ekspor Naik, tapi Surplus Dagang RI Makin Menyempit
Ekspor September 2026 naik 11,87 persen jadi US$27,59 miliar, tapi impor tumbuh lebih cepat 18,41 persen sehingga surplus dagang kumulatif menyempit jadi US$10,61 miliar.
2 November 2026Sumber: Siaran pers Badan Pusat Statistik
Ilustrasi AI
Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia pada September 2026 mencapai US$27,59 miliar, tumbuh 11,87 persen dibandingkan September tahun sebelumnya. Namun pertumbuhan impor jauh lebih kencang, mencapai 18,41 persen menjadi US$24,23 miliar pada bulan yang sama. Selisih kecepatan ini penting karena menentukan besarnya surplus perdagangan Indonesia, salah satu penyokong cadangan devisa dan nilai tukar rupiah.
Secara kumulatif Januari sampai September 2026, ekspor Indonesia tercatat US$221,23 miliar, naik 5,58 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ekspor nonmigas, yaitu barang di luar minyak dan gas, tumbuh lebih tinggi sebesar 6,30 persen menjadi US$212,27 miliar. Di sisi lain, impor sepanjang sembilan bulan mencapai US$210,63 miliar, melonjak 19,67 persen, jauh di atas laju ekspor. Impor nonmigas menyumbang US$178,06 miliar dari jumlah itu, naik 16,92 persen.
Angka BPSNilai ekspor
26,6 miliar US$Agustus 2026
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,40 miliar US$ dibanding Juli 2026. Naik 3 periode beruntun. Tertinggi dalam 32 bulan yang tercatat.
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Dengan ekspor yang masih lebih besar dari impor, neraca dagang Indonesia Januari-September 2026 tetap mencatat surplus US$10,61 miliar. Surplus ini seluruhnya ditopang sektor nonmigas yang membukukan surplus US$34,21 miliar, sementara sektor migas justru mengalami defisit US$23,60 miliar karena nilai impor minyak dan gas lebih besar dari nilai ekspornya.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Badan Pusat Statistik. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.