PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, ditandatangani Direktur Utama Djohan Sutanto dan Direktur Suryawati pada 27 Oktober 2026. Penjualan perseroan naik 44,7 persen menjadi Rp6,21 triliun, dari Rp4,29 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih periode berjalan tumbuh 54,5 persen menjadi Rp192,51 miliar dari Rp124,60 miliar, dengan laba yang menjadi hak pemilik entitas induk sebesar Rp193,84 miliar. Laba per saham ikut naik ke Rp37,37 dari Rp24,09 per lembar.
Dari sisi keuangan, total aset perseroan bertambah menjadi Rp3,67 triliun pada akhir September 2026, dari Rp3,09 triliun pada akhir 2025, terutama karena persediaan barang dagangan membengkak ke Rp1,65 triliun dari Rp1,13 triliun. Kas dan setara kas juga naik hampir dua kali lipat menjadi Rp329,35 miliar dari Rp164,82 miliar. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik dari defisit Rp120,26 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi surplus Rp558,64 miliar. Perseroan melunasi seluruh utang bank jangka pendeknya senilai Rp175,13 miliar, mendapat tambahan pinjaman bank jangka panjang Rp47,84 miliar, serta menerima kas neto Rp95,03 miliar dari pelepasan salah satu entitas anak. Dividen tunai yang dibagikan tahun ini tetap Rp41,5 miliar, sama dengan tahun sebelumnya.
Laporan ini juga memuat daftar 17 entitas anak yang dikonsolidasi penuh, mencakup bisnis ritel perlengkapan olahraga, distribusi pakaian, dealer kendaraan roda empat, distribusi telepon seluler dan elektronik, jasa penyewaan drone, hingga perdagangan alat kecantikan, dengan kepemilikan berkisar 51 persen sampai 99,99 persen. Satu entitas anak baru muncul dalam daftar ini, yaitu PT Mega Cahaya Indonesia (MCI), yang bergerak di perdagangan besar produk penerangan seperti lampu dan LED, mulai beroperasi komersial pada 2026 dengan kepemilikan ERAL sebesar 70 persen dan total aset Rp10,1 miliar.
