PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 27 Oktober 2026. Produsen kertas kemasan dan kertas bergelombang ini mencatat laba bersih Rp230,4 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp731,6 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Penjualan neto naik 15,6 persen dari Rp5,92 triliun menjadi Rp6,85 triliun, sementara beban pokok penjualan nyaris tidak bergerak dari Rp5,96 triliun menjadi Rp6,03 triliun, sehingga laba bruto berbalik dari rugi Rp34,4 miliar menjadi laba Rp826,4 miliar.
Di bawah laba bruto, beban keuangan atau biaya bunga utang perusahaan turun dari Rp337,8 miliar menjadi Rp219,3 miliar, sementara kerugian selisih kurs tercatat Rp46,4 miliar, naik dari Rp40,9 miliar tahun sebelumnya. Setelah dikurangi pajak Rp25,5 miliar, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp230,4 miliar, dengan laba per saham dasar Rp71,52, berbalik dari rugi per saham Rp270,01 pada sembilan bulan 2025.
Dari sisi posisi keuangan, total aset FASW naik dari Rp12,23 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp12,46 triliun pada 30 September 2026, dan ekuitas naik dari Rp5,74 triliun menjadi Rp5,97 triliun karena tertambah laba periode ini. Namun kas dan setara kas menyusut dari Rp112,8 miliar menjadi Rp71,8 miliar, sementara utang bank jangka pendek melonjak dari Rp1,36 triliun menjadi Rp1,82 triliun. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik positif Rp277,1 miliar, dari sebelumnya negatif Rp466,3 miliar pada sembilan bulan 2025, meski arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp51,9 miliar karena perusahaan membayar utang bank Rp27,93 triliun sementara penarikan utang baru sebesar Rp28,39 triliun.
