Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pada periode tersebut, perusahaan properti ini mencatat penjualan bersih Rp10,30 miliar, turun 68 persen dibandingkan Rp32,03 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Setelah dikurangi beban pokok penjualan, laba kotor perusahaan juga anjlok dari Rp24,36 miliar menjadi Rp4,41 miliar.
Penurunan pendapatan ini membuat FMII membukukan rugi tahun berjalan Rp1,86 miliar pada sembilan bulan 2026, berbalik dari laba Rp15,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi tersebut membuat rugi per saham dasar tercatat negatif Rp0,29, dibandingkan laba per saham Rp2,41 pada tahun lalu. Akibatnya, jumlah ekuitas perusahaan turun dari Rp694,74 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp692,87 miliar pada akhir September 2026. Di sisi lain, total aset dan total liabilitas kompak menyusut tipis, masing-masing menjadi Rp756,14 miliar dan Rp63,27 miliar, sementara kas dan setara kas perusahaan turun dari Rp1,59 miliar menjadi Rp1,49 miliar.
Laporan ini juga memuat data dua entitas anak FMII. PT Indosuryo Wahyupahala yang bergerak di pembangunan real estat di Sidoarjo memiliki total aset Rp26,16 miliar dengan kepemilikan FMII sebesar 99,99 persen, sementara PT Multi Bangun Sarana di Surabaya memiliki total aset Rp202,66 miliar dengan kepemilikan FMII sebesar 99,85 persen. Pernyataan tanggung jawab direksi atas laporan keuangan ini ditandatangani di Surabaya pada 30 Oktober 2026 oleh Direktur Utama Tjandra Mindharta Gozali dan Direktur Yongki Tedja, yang menyatakan laporan telah disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan tidak mengandung informasi material yang menyesatkan.
