PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, ditandatangani oleh Presiden Direktur Siti Humayah dan Direktur Harianto pada 30 Oktober 2026. Total aset perusahaan naik menjadi US$893,57 juta dari US$724,63 juta pada akhir 2025, sementara total liabilitas melonjak menjadi US$257,27 juta dari US$71,13 juta, kenaikan 262 persen yang membuat GGRP wajib mengirim surat penjelasan tersendiri ke Bursa Efek Indonesia karena melewati ambang batas 20 persen.
Dalam surat penjelasan itu, manajemen merinci bahwa kenaikan aset terutama didorong oleh persediaan yang naik US$111,4 juta akibat akumulasi pembelian bahan baku untuk pabrik Blast Furnace serta antisipasi kenaikan penjualan. Uang muka pembelian juga naik sekitar US$59 juta sebagai pembayaran di muka untuk mengamankan pasokan bahan baku dan aset modal, sementara aset hak-guna naik US$39,4 juta akibat penyesuaian nilai sewa tanah dan bangunan di lokasi operasional.
Di sisi liabilitas, utang bank jangka pendek melonjak dari US$3,67 juta menjadi US$71,16 juta, dan utang usaha ke pemasok naik dari US$13,46 juta menjadi US$85,60 juta, keduanya dipakai untuk membiayai modal kerja pembelian bahan baku. Liabilitas sewa juga naik akibat penyesuaian nilai sewa yang sama. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) naik dari 0,11 kali menjadi 0,40 kali, masih di bawah batas maksimum internal 2,5 kali, sementara rasio lancar yang mengukur kemampuan membayar utang jangka pendek turun dari 4,77 kali menjadi 1,57 kali.
Dari sisi laba rugi, penjualan bersih sembilan bulan 2026 naik menjadi US$177,12 juta dari US$132,44 juta pada periode yang sama tahun lalu, dengan volume penjualan 298 ribu ton, membuat perusahaan membalik rugi bruto US$14,32 juta menjadi laba bruto US$7,48 juta dan rugi bersih US$34,88 juta menjadi laba bersih US$1,60 juta. Namun arus kas dari kegiatan operasi justru mencatat kas keluar bersih US$88,06 juta, dibiayai dari pinjaman jangka pendek baru senilai US$122,09 juta. Perusahaan tetap membagikan dividen US$18,87 juta dalam periode ini, sehingga kas dan setara kas merosot dari US$70,75 juta menjadi US$7,48 juta. Perbandingan dengan periode September 2025 juga mencakup konsolidasi entitas anak yang baru dilepas pada 19 Maret 2026.
