Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) akan menggelar pameran GIIAS Semarang 2026 pada 30 September hingga 4 Oktober, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berharap pameran ini mendongkrak penjualan kendaraan bermotor sekaligus pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi pengurus GAIKINDO di kantornya pada Senin, 21 September 2026, dan menyebut pergerakan orang dan barang lewat industri otomotif sebagai salah satu prioritas provinsi.

Tahun ini pameran diikuti 19 merek kendaraan bermotor, terdiri dari 18 merek mobil dan satu merek sepeda motor, ditambah 25 perusahaan pendukung industri (supporting industry). Dari 18 merek mobil tersebut, 12 merupakan mobil listrik dan hanya enam merek mobil konvensional. Ketua Harian GAIKINDO sekaligus Ketua Pameran GIIAS Semarang 2026, Anton Kumonty, mengatakan jumlah merek mobil listrik yang berpartisipasi tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, mengatakan pendapatan daerah dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor pada 2026 sudah meningkat dibanding 2025, menurut data Bapenda. Ia membuka kemungkinan pemberian relaksasi atau keringanan pajak kendaraan bermotor untuk mendukung penjualan selama pameran, namun menyebut besarannya masih dihitung dan belum ada keputusan final.