PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil rights issue yang sebelumnya dilaporkan pada 15 Juli 2026. Koreksi ini menindaklanjuti surat penelaahan Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-1925/PM.222/2026 tanggal 28 Agustus 2026 terkait laporan realisasi per 30 Juni 2026. Dokumen ditandatangani oleh VP Corporate Secretary & Legal GMFI, Rian Fajar Isnaeni, pada 9 September 2026.
Dari rights issue dengan tanggal efektif 11 Desember 2025, GMFI meraih dana Rp6,02 triliun (Rp6.021.580.283.504), dengan biaya penawaran umum Rp30,20 miliar sehingga hasil bersihnya Rp5,99 triliun (Rp5.991.375.861.239), persis sesuai rencana di prospektus. Sesuai prospektus, dana itu dialokasikan untuk utilitas lahan operasional perseroan sebesar Rp5,66 triliun atau 94,55 persen, dan modal kerja perseroan sebesar Rp326,46 miliar atau 5,45 persen.
Realisasinya, alokasi untuk lahan operasional sudah terpakai penuh sesuai rencana yaitu Rp5,66 triliun atau 94,55 persen. Namun realisasi modal kerja baru Rp278,85 miliar atau 4,65 persen dari total dana, lebih kecil dari rencana Rp326,46 miliar. Selisihnya, Rp47,61 miliar, masih tersimpan sebagai giro di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang berstatus afiliasi perseroan, dengan bunga penempatan 3 persen per tahun.
Untuk biaya penawaran umum senilai Rp30,20 miliar, rinciannya adalah biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp18,87 miliar (62,49 persen), biaya jasa konsultasi keuangan Rp10,25 miliar (33,91 persen), biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi Rp919,16 juta (3,04 persen), dan biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp166,5 juta (0,55 persen). Sementara biaya jasa penjaminan, jasa penyelenggaraan, dan jasa penjualan tercatat nol.
